Tentang Kami
Enggano duduk di Samudra Hindia, sekitar 100 mil laut dari Bengkulu. Aksesnya terbatas, kapal dari Pelabuhan Baai belum tentu berlayar tiap pekan, dan itu justru membuat pulau ini punya ritme sendiri. Di sini ada enam desa, bahasa Enggano yang berbeda dari bahasa Indonesia mana pun, serta warga yang masih mengolah sagu, pisang, dan hasil laut dengan cara yang diwarisi turun-temurun.
Portal ini lahir dari keinginan mendokumentasikan hal-hal kecil yang sering luput dari brosur wisata: nama kampung, jam kapal, kue tradisional, dan cerita di baliknya. Kami bukan agen perjalanan, bukan pengelola penginapan. Kami hanya mengumpulkan catatan lapangan, wawancara warga, dan sumber publik, lalu merapikannya agar mudah dibaca sebelum Anda memutuskan berangkat.
Sumber Data & Rujukan
- Wikidata, OpenStreetMap, Wikipedia
- BPS Bengkulu